Sukriyah Bawa Etnik Gayo ke Paris - REBORN29

Sukriyah Bawa Etnik Gayo ke Paris

1 tahun yang lalu    Artikel   
Sukriyah Bawa Etnik Gayo ke Paris

Sukriyah Bawa Etnik Gayo ke Paris (jurnas.com)

Ragam hias yang digunakan Syukriah dalam koleksinya kali ini merupakan ragam hias tradisional etnik gayo.

Reborn29 akan tampil di Paris, Perancis. Fashion show yang akan dilaksnanakan pada tanggal 1 Desember 2018 (Foto: Reborn)

 

Jakarta - Reborn29 akan tampil di Paris, Perancis. Fashion show yang akan dilaksnanakan pada tanggal 1 Desember 2018. Dalam even bertajuk “La Mode sur La seine A Paris” Reborn29 akan menampilkan koleksi yang sarat dengan kehangatan dalam Romantisme yang dipadukan dengan detail ornament salah satu ethnic yang ada di Aceh.

Tampil mengusung tema “Winter Romantism”, di penghujung tahun 2018 ini Reborn29 akan mempersembahkan 16 koleksi winter terbarunya, yang terdiri atas 8 koleksi outfit street style dan 8 koleksi outfit ethnic.

 

Reborn29 sebagai salah satu brand yang akan tampil ini merupakan brand yang didirikan oleh Syukriah Rusdy, Fashion Designer asal Aceh, Indonesia.

Tampil untuk pertama kalinya pada even diparis ini, Syukriah Rusdy bekerjasama dan didukung oleh pemerintah Aceh melalui dinas pariwisata Aceh ini mencoba mengangkat dan menggabungkan unsur tradisional etnik ke dalam design produk yang lebih modern baik penggunaan bahan dan pemilihan warna, tanpa meninggalkan keaslian bentuk dari ragam hias etnik itu sendiri.

Syukriah yang telah dikenal dengan karakter design yang classic elegant mengaku mendapatkan tantangan tersendiri untuk menciptakan design produk yang modern namun unsur etnik masih dapat dilihat secara jelas pada detail produk yang akan ditampilkan nantinya.

Ragam hias yang digunakan Syukriah dalam koleksinya kali ini merupakan ragam hias tradisional etnik gayo. Ragam hias dengan berbagai gaya sulaman/bordiran pada baju lengan pendek gaya khas etnik gayo.

Motif motif adat Gayo yang sangat beragam dan memiliki makna/filosofi tertentu mengenai kehidupan dan budaya etnik gayo yang telah berbentuk bordiran/sulaman pada baju adat ini dinamakan dengan kerawang gayo.

Seperti ragam hias tradisional lainnya umumnya kerawang gayo menjadi hal yang wajib untuk dikenakan pada busana adat suku gayo dan dipakai saat melangsungkan acara resepsi pernikahan, penyambutan tamu-tamu penting dan acara tarian adat serat kegiatan budaya secara turun temurun.

Kerawang itu sendiri merupakan hasil cipta manusia yang menjadi estetika dalam perilaku kehidupan manusia, yang kemudian menjadi budaya. Budaya sendiri merupakan hasil refleksi manusia terhadap alam. Seiring perkembangan kehidupan budaya
yang turun-temurun dan dalam hal pelestarian budaya kini kerawang gayo telah menjadi seni ukir bagi kalangan masyarakat gayo sendiri. Ukiran yang terdapat dalam kerawang gayo kini kerap didesain menjadi pakaian khususnya pakaian wanita.

La Mode Sur La Seine A Paris sendiri merupakan even yang pertama kali diadakan di Paris oleh Indonesia Fashion Chamber (IFC).

Even ini diharapkan akan menjadi kegiatan tahunan utama sebagai ajang resmi bagi promosi produk-produk fashion karya designer Indonesia. Kegiatan La Mode Sur La Seine A Paris ini akan menghadirkan sederetan designer kenamaan Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Fashion Chamber (IFC).

sumber Jurnas.com

 

 

 


Bagikan Artikel Sukriyah Bawa Etnik Gayo ke Paris